
Judul: Warisan Rasa. Makanan Tradisional Dayak Simpangk
Terbit. Februari 2025. Full color. Art Paper. 154 hlm. A4
Masyarakat Dayak, terutama Dayak Simpakng, telah tumbuh dan berkembang seiring dengan keharmonisan hutan dan alam sejak zaman nenek moyang. Kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Dayak sangat erat kaitannya dengan alam sekitar. Semua bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bahan menganyam, obat-obatan herbal, hingga air bersih, semua berasal dari alam, termasuk bumbu-bumbu masakan.
Pada masa dahulu, masyarakat Dayak tidak mengenal minyak seperti yang biasa kita gunakan saat ini. Bumbu yang digunakan dalam masakan mereka sebagian besar bersifat segar dan alami tanpa tambahan lemak. Lemak yang digunakan hanya berasal dari daging buruan mereka atau dari buah Kengkabang/Tengkawang, yang memiliki peran penting dalam kehidupan mereka.
Hutan dan alam sekitar menyediakan berbagai jenis dedaunan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dalam masakan tradisional. Selain memberikan cita rasa yang khas dan menggugah selera, banyak dari dedaunan ini juga memiliki manfaat lain sebagai obat atau ramuan herbal yang baik untuk kesehatan. Di dalam buku ini, tidak hanya dibahas mengenai berbagai macam makanan tradisional Dayak Simpakng, tetapi juga dibagikan pengetahuan tentang bumbu-bumbu alam yang digunakan oleh komunitas Dayak Simpakng. Bumbu-bumbu ini memiliki berbagai fungsi, yang tidak hanya sebagai penyedap masakan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, memperkuat kekebalan, dan menyembuhkan berbagai penyakit secara alami.
Dalam tradisi Simpakng, makanan adat Dayak memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan adat istiadat. Beberapa jenis makanan dianggap memiliki nilai adat yang tinggi dan menjadi elemen penting dalam berbagai acara adat dan ritual. Di antara makanan adat yang memiliki nilai khusus adalah Palomak, Dori Kanis, Concong, dan Robong Asam. Setiap makanan ini bukan sekadar hidangan, tetapi juga memiliki makna adat yang mendalam. Masyarakat Dayak Simpakng sangat menghargai makanan, terutama yang digunakan dalam upacara adat. Dalam tradisi adat pernikahan, makanan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan barang mahar atau seserahan. Hal ini dapat dilihat dari nilai seserahan yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan (Bus) serta makanan yang wajib ada dalam upacara adat pernikahan.
….