Judul: Pengetahuan Lokal Tradisi Nyuluh Masyarakat Empangau Kapuas Hulu Penulis: Tengku Muhammad Miftahul Falah, Naszami, Muhammad Bakti Saputro, Lukman Hakim, Iwan Ramadhan, Muhammad Pramulya, Suriyanisa
Terbit Maret 2026 xi+88 hlm. 21 cm
Sinopsis: Buku ini disusun sebagai upaya untuk mendokumentasikan dan melestarikan pengetahuan lokal masyarakat Melayu Empangau di Danau Lindung Empangau, Kecamatan Bunut Hilir, Kapuas Hulu dalam praktik penangkapan anak ikan siluk merah (Scleropages formosus). Berdasarkan aturan adat, nyuluh ikan bukan sekadar teknik perikanan, melainkan ekologi kebudayaan yang menyatukan spiritualitas, tata kelola sosial dan konservasi sumber daya alam. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca menelusuri bagaimana pengetahuan ekologis, nilai religius dan musyawarah adat terjalin sebagai fondasi keberlanjutan dan identitas masyarakat perbatasan.
Judul: MOOO… Sapi Mengeja Mati Penulis: Dodi Goyon
Sinopsis: Kisah dalam buku ini beberapa memang berkaitan langsung dengan pengalaman hidup saya sebagai penulisnya. Tokoh Putra di cerpen Sapi Mati yang Tak Pandai Membaca terinspirasi dari teman yang memiliki pengalaman unik dengan sapi – sapi di lahan sawit. Ada Dulang Hantu, cerita tentang tambang ilegal, adalah cerpen yang mana saya dapat inspirasi dari sepupu saya yang bercerita bagaimana ia bekerja di tambang emas ilegal, dengan berbagai intrik, konflik, tragedi dan itu saya coba tuangkan dengan sedikit bumbu kritik kepada oknum Kepolisian. Menggali beberapa mitos yang ada di masyarakat bukanlah hal yang mudah. Selain mitos daerah A dengan B terkadang sama, perlu menyelisik lebih dalam lagi untuk menemukan karakteristik yang ada di suatu wilayah, lahirlah cerpen Kemabo, pantangan 7 hari tak boleh mengambil rebung, pakis ke hutan saat ada orang di kampung yang meninggal dunia.
Judul: Warisan Rasa. Makanan Tradisional Dayak Simpangk Terbit. Februari 2025. Full color. Art Paper. 154 hlm. A4
Masyarakat Dayak, terutama Dayak Simpakng, telah tumbuh dan berkembang seiring dengan keharmonisan hutan dan alam sejak zaman nenek moyang. Kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Dayak sangat erat kaitannya dengan alam sekitar. Semua bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bahan menganyam, obat-obatan herbal, hingga air bersih, semua berasal dari alam, termasuk bumbu-bumbu masakan.
Pada masa dahulu, masyarakat Dayak tidak mengenal minyak seperti yang biasa kita gunakan saat ini. Bumbu yang digunakan dalam masakan mereka sebagian besar bersifat segar dan alami tanpa tambahan lemak. Lemak yang digunakan hanya berasal dari daging buruan mereka atau dari buah Kengkabang/Tengkawang, yang memiliki peran penting dalam kehidupan mereka.
Hutan dan alam sekitar menyediakan berbagai jenis dedaunan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dalam masakan tradisional. Selain memberikan cita rasa yang khas dan menggugah selera, banyak dari dedaunan ini juga memiliki manfaat lain sebagai obat atau ramuan herbal yang baik untuk kesehatan. Di dalam buku ini, tidak hanya dibahas mengenai berbagai macam makanan tradisional Dayak Simpakng, tetapi juga dibagikan pengetahuan tentang bumbu-bumbu alam yang digunakan oleh komunitas Dayak Simpakng. Bumbu-bumbu ini memiliki berbagai fungsi, yang tidak hanya sebagai penyedap masakan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, memperkuat kekebalan, dan menyembuhkan berbagai penyakit secara alami.
Dalam tradisi Simpakng, makanan adat Dayak memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan adat istiadat. Beberapa jenis makanan dianggap memiliki nilai adat yang tinggi dan menjadi elemen penting dalam berbagai acara adat dan ritual. Di antara makanan adat yang memiliki nilai khusus adalah Palomak, Dori Kanis, Concong, dan Robong Asam. Setiap makanan ini bukan sekadar hidangan, tetapi juga memiliki makna adat yang mendalam. Masyarakat Dayak Simpakng sangat menghargai makanan, terutama yang digunakan dalam upacara adat. Dalam tradisi adat pernikahan, makanan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan barang mahar atau seserahan. Hal ini dapat dilihat dari nilai seserahan yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan (Bus) serta makanan yang wajib ada dalam upacara adat pernikahan. ….
SANSANGAN Cerita Lokal Dayak Simpakng Kualan Penulis: Delly, Dewi, Selsi, Bimo, dan Fani Ilustrasi: @BenAbeDanagga Cover: @StudioAkbar vii+35 hlm. Desember 2024.
Judul: Cerita Kota Kita II Penulis: Muhammad Taufiq Muzadi – Amelia Henisa Putri Adinda Laili Fitdiya – Desnanda Rinaldi Pratama – Agata Dara Riski Amelia – Laila Ramadianda – Christian Lee Cedric Melody Scarlette Heavenlee – Maritza Anindya Putri Angelina Lee Tasha – Surya Mutawakkil – Selly Shara Sagita Alberic Adbert Lim – Fuulanah Aniskurlillah Terbit November 2025 ix+148 hlm. 18 cm
Pontianak tidak hanya tumbuh dari deretan jalan dan jembatan, atau dari geliat ekonomi yang terus hidup di tepian Sungai Kapuas. Kota ini juga tumbuh dari cerita-tentang orang-orangnya, tentang riuh pasar dan sunyi gang kecil, tentang rindu, tawa, dan perjuangan yang menjadi denyut kehidupan sehari hari. Melalui Cerita Kota Kita Vol. 2, kita menyaksikan bagaimana Pontianak diabadikan lewat bahasa, dibingkai oleh imajinasi, dan dihidupkan kembali dalam kisah-kisatr pendek yang lahir dari tangan para penulisnya. Setiap cerita menjadi cermin kecil dari wajah kota hari ini. Mungkin tak selalu menyenangkan, nzlmun pasti penuh harapan. Fiksi memiliki kekuatan yang kerap melampaui batas kebijakan dan data. Ia mengajarkan kita untuk memahami bukan hanya apa yang tampak, tetapi juga apa yang dirasakan. Ia menumbuhkan empati bekal penting bagi kita dalam membangun kota yang bukan sekadar maju dan sejahtera, tetapi juga berwawasan lingkungan dan humanis. Karena hanya dengan empati, pembangunan mer{adi lebih dari sekadar infrastrulAur. Ia menjadi jembatan hati antara pemerintah dan warganya.
Cerita, Karya dan Semangat Penulis: Alfa Virgo Terbit November 2025 x+94 hlm. 21 cm
Buku ini saya tulis sebagai bentuk catatan pribadi— tentang perjalanan hidup, pengalaman, serta cerita kenangan yang pernah saya alami. Setiap lembar dalam buku ini bukan hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi juga refleksi dari perjalanan seorang manusia yang terus belajar, berproses, dan bertumbuh dari waktu ke waktu. Melalui tulisan sederhana ini, saya ingin berbagi motivasi dan pesan bagi anak-anak muda serta pembaca pada umumnya. Bahwa dalam setiap pengalaman hidup, baik suka maupun duka, selalu ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil. Hidup tidak selalu mudah, tetapi setiap langkah memiliki makna jika kita mau melihat sisi positifnya.
Judul: TANG SINEK ADEK NUNGGU NJANJI ABANG Penulis: Anna Mardhiya Terbit November 2025 vi+77 hlm. 19 cm
“Dasar anak tidak tahu diuntung, cepat kembalikan si Bulek padaku atau akan kugerek lehermu, heh!” Imam hanya cekikikan di dalam rumah kosong persis si nenek berdiri di luarnya. Bersama Rabiyah dia mengintip gerak-gerik si nenek yang tak henti memaki karena kelelahan mengejar dua bocah 10 tahun itu. “Jadi, mau kau pelihara si Bulek ini, Mam?” Rabiyah membuka pembicaraan setelah si nenek pemarah berbalik arah pulang ke rumah. “Tentu. Di belakang rumahku, Ibu ada menyediakan kandang.”
Judul: Cerita di Warung Kopi Penulis: Umihayate Terbit: Oktober 2025 140 hlm, 19 cm
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang sebagian terinspirasi dari kehidupan sehari-hari di Kota Pontianak. Tentang cinta yang tak sempat diucap, tentang pertemuan yang tak disangka, tentang perjuangan kecil yang sering luput dari perhatian. Warung kopi menjadi saksi bisu dari banyak kisah yang tak tertulis, dan lewat antologi ini, aku mencoba menghadirkan sebagian darinya untuk dibaca dan direnungi.
Judul: PERSONAL NOTES ALFA VIRGO Penulis: Alfa Virgo Terbit: Terbit Januari 2026 viii+185 hlm. 20 cm
Setiap pekerjaan memiliki risiko, begitu pula profesi jurnalis. Di balik setiap berita yang tersaji, ada perjalanan panjang yang penuh tantangan, tekanan, dan tanggung jawab besar untuk tetap berdiri pada kebenaran. Melalui buku ini, saya ingin membagikan pengalaman saya sebagai seorang jurnalis yang telah beberapa kali berhadapan dengan komplain, tekanan dari berbagai pihak, dan dinamika lapangan yang tidak selalu mudah. Empat kali saya menerima komplain dari kontraktor, perusahaan sawit, kepala desa, hingga humas pertambangan. Semua itu mengajarkan satu hal penting: bahwa data dan fakta adalah fondasi utama seorang jurnalis. Selama apa yang ditulis benar, sesuai fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak ada tekanan yang dapat menggoyahkan. Buku ini saya tulis sebagai catatan perjalanan, pembelajaran, dan motivasi bagi siapa pun yang tertarik atau sedang menjalani profesi jurnalis. Semoga kisah-kisah yang saya bagikan dapat menjadi inspirasi bahwa menjadi jurnalis bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan hati sebuah kebanggaan ketika kita bisa menyuarakan kebenaran bagi banyak orang.
Judul: Labirin Sosial Penulis: Nijo, Halimah, Sayyidah Nor Hasanah, Mansur, Muhammad Amin, Rasidi, Suhaimi, Suhardiman, Parlindungan dan Minarti Editor: Suhaimi & Suhardiman Tahun Terbit: Februari 2026 vii + 218 hal, 24 cm
Sinopsis: Membaca buku Labirin Sosial: Refleksi Sosiologis atas Dinamika Pendidikan, Ekonomi, Dakwah, dan Kebijakan Publik, sejak awal dapat menangkap bahwa para penulis tidak sekadar mendeskripsikan realitas sosial, tetapi juga berupaya menganalisis secara kritis berbagai persoalan kemasyarakatan yang kompleks dan berlapis. Buku ini mengajak pembaca memasuki lorong-lorong problem sosial yang tidak selalu terang dan mudah dipahami. Memaknai dinamika sosial masyarakat tentu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan waktu, ketekunan, serta konsentrasi untuk menyelami apa yang sungguh-sungguh terjadi dan dirasakan masyarakat dewasa ini. Pada saat yang sama, penulis dituntut untuk menguasai teori-teori sosial dan keagamaan yang lahir dan berkembang puluhan tahun lalu, namun tetap relevan untuk membaca konteks sosial kontemporer. Di sinilah letak tantangan sekaligus kekuatan buku ini. Pembaca disuguhkan beragam persoalan sosial yang berliku, kompleks, dan tidak sesederhana yang kerap dibayangkan. Masalah pendidikan memiliki karakter dan pendekatan tersendiri, demikian pula persoalan ekonomi, dakwah, dan kebijakan publik. Masing-masing bidang menghadirkan problematika spesifik yang tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan tunggal.